Senin, 28 September 2015

Produk Hiasan dari Limbah

A. Kerajinan sebagai Bagian dari Industri Kreatif

Dunia telah melewati 4 gelombang peradaban ekonomi, yaitu :
1. Gelombang Ekonomi Pertanian yaitu pertanian sebagai penggerak ekonomi utama
2. Gelombang Ekonomi Industri yaitu produk dari industri massal menjadi penggerak ekonomi utama
3. Gelombang Ekonomi Informasi, bisa muncul karena berbagai inovasi dari teknologi informasi
4. Gelombang Ekonomi Kreatif yaitu industri kreatif menjadi penggerak ekonomi utama.

Industri kreatif dikelompokan ke dalam 14 sub sektor, antara lain : arsitektur, desain, fesyen, kerajinan, penerbitan dan percetakan, televisi dan radio, musik, film, video dan fotografi, periklanan, layanan komputer dan piranti lunak, pasar dan barang seni, seni pertunjukan, riset dan pengembangan, dan permainan interaktif.

B. Kewirausahaan Produk Kerajinan

Hukum ekonomi dasar menjelaskan hubungan antara ketersediaan barang di pasar (supply) dan permintaan pembeli (demand). Jadi, penetapan harga jual produk ditentukan berdasarkan antara permintaan pembeli dan pengadaan oleh produsen, Semakin banyak jumlah barang dan semakin sedikit permintaan konsumen akan menyebabkan harga jual produk menurun, dan sebaliknya jika jumlah produk lebih sedikit daripada jumlah permintaan konsumen maka harga jual produk akan naik. Produk yang unik dengan jumlah yang terbatas (limited edition/limited product) dapat memiliki harga jual yang tinggi.

Agar dapat menjual produk dengan harga yang tinggi, harus dilakukan riset terlebih dahulu. Hasil riset akan mendasari proses perancangan produk kerajinan yang inovatif dan dapat terwujud dengan ketersediaan sumber daya. Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal pula dengan sebutan 6M, yakni Man  (manusia), Money (upah), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja), dan Market (pasar).

Man atau SDM, saat ini biasa disebut dengan istilah Man Power atau Mind Power yang berarti orang-orang yang terlibat dalam wirausaha tersebut. Jadi, wirausaha yang berhasil adalah apabila berhasil mengelola sdm yang terlibat dalam proses yang terjadi dalam usaha termasuk pengelolaan ide-ide inovatif yang bermanfaat untuk perkembangan produk dan maupun usaha.

Money yang berarti dana yang menjadi modal usaha, perputaran uang dalam usaha tersebut. Kemampuan pengelolaan uang bisa berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar.

Material, machine dan method terkait dengan proses produksi secara langsung. Kemampuan wirausahawan dalam mengelola produksi yang efektif dan efisien dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Market adalah pasar sasaran dari produk yang dihasilkan. Pengetahuan wirausahaan tentang pasar dapat menjadi salah satu kunci untuk meraih keberhasilan suatu usaha. Dengan melakukan riset pasar kita bisa mengetahui posisi suatu pesaing agar dapat memenangkan persaingan.

C. Produk Kerajinan Hiasan dari Limbah

1. Jenis-jenis Produk Hiasan

Indonesia memiliki SDM yang mempunyai kreativitas dan keterampilan tangan yang tinggi, dan juga didukung oleh keragaman hayati dari daerah masing-masing. Perkembangan industri di setiap daerah juga membuka peluang diperolehnya bahan baku untuk kerajinan. Kerajinan menampilkan keindahan yang dihasilkan oleh keterampilan tangan dari proses pembuatannya, Salah satu produk kerajinan yang dapat dikembangkan adalah produk hiasan.

Produk hiasan bisa kita temui di mana saja. Dilihat dari penempatannya, produk hiasan dibagi 2, yaitu ;
1. Hiasan luar rumah (eksterior), berfungsi untuk menghias pagar, taman, atau dinding bagian luar
2, Hiasan dalam rumah (interior), berfungsi untuk menghias dan membuat suasana tertentu di dalam   ruangan. Biasa disebut elemen estetis interior
Produk hiasan juga biasa dijumpai di kendaraan maupun dikenakan manusia. Produk hiasan yang dipakai manusia disebut perhiasan.

2. Produk Hiasan dan Nilai Estetik

Produk hiasan adalah produk yang memiliki nilai hias berfungsi untuk memperindah suasana dan tampilan suatu produk. Ada juga beberapan produk hiasan yang juga memiliki nilai fungsi, contohnya kerajinan kincir angin.

Produk dapat disebut sebagai hiasan apabila memiliki nilai estetik atau nilai keindahan. Keindahan dapat dilihat dari bentuk, warna, dan tekstur yang indah. Setiap bahan memiliki peluang untuk diolah, termasuk limbah. Bahan limbah dapat memiliki nilai estetik yang tinggi bila melalui pengolahan kreatif. Bahan limbah yang dapat dijadikan produk hiasan diantaranya adalah kaleng, plastik, kaca, kulit telur, batok kelapa, kulit kerang, dan kertas.

D. Bahan Baku Limbah untuk Kerajinan

1. Material dan Bentuk Limbah

Limbah adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan. Berdasarkan wujudnya limbah dibagi menjadi limbah padat, cair, dan gas. Satu kegiatan industri atau rumah tangga dapat menghasilkan lebih dari satu macam limbah padat.

Kegiatan yang menghasilkan limbah dibagi menjadi kegiatan rumah tangga dan di industri. Limbah rumah tangga biasanya berupa sampah-sampah rumah tangga seperti kemasan bahan pembersih, alat rumah tangga yang sudah rusak, dll. Sedangkan kegiatan industri menghasilkan limbah yang khas bergantung dari industrinya.

Produk hiasan harus memiliki nilai estetis yang tinggi.Pengolahan material yang baik harus sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh material tersebut. Pengolahan bahan baku juga perlu memperhatikan warna dan tekstur dari limbah yang akan digunakan.

2. Bahan Utama dan Bahan Pendukung

Sebuah produk hiasan umumnya terdiri atas bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama adalah yang memiliki nilai estetik, sedangkan bahan pendukung berfungsi sebagai konstruksi suatu produk hiasan. Biasanya bahan baku limbah yang terbuat dari material yang solid berfungsi sebagai penghias dan konstruksi.

3. Bahan Baku Limbah di Lingkungan Sekitar

Limbah padat memiliki potensi menjadi bahan baku untuk wirausaha produk kerajinan. Bahan baku harus memiliki jumlah yang cukup untuk membuat produk hiasan sesuai target produksi. Setiap daerah memiliki potensi sumber bahan baku limbah yang berbeda-beda. Misal, daerah pantai menghasilkan limbah seperti kulit kerang.